Joy Of Life

sesuatu yang membuat saya bahagia biasanya tidak membahagiakan orang lain di sekitar saya, dan begitu pula sebaliknya. hal ini menjadi beban sekaligus tantangan tersendiri buat diri saya, dan pada akhirnya, ketika saya memutuskan untuk tetap mempertahankan diri saya yang berbeda itu, itulah realitas sejati saya. bahkan seandainya kebahagiaan itu hanyalah masalah relativisme dan pendapat, saya akan tetap mempertahankan kebahagiaan saya, walaupun hanya saya yang memahaminya.
saya pernah mencoba menjadi orang lain, dengan topeng yang begitu flexible, namun ternyata “menjadi” itu juga berarti membunuh diri saya sendiri. mungkin terdengar kontradiktif, tapi memang demikianlah; disatu sisi saya merasa sudah “mati”, namun disisi lainnya saya harus mempertahankan “hidup” saya. dan itu berati saya harus hidup dalam kematian ini.
mohon maaf karena saya sedang tidak menyampaikan suatu apapun disini. barangkali ini adalah karena efek obat yang barusan saya minum dapat dari dokter kemarin sore, namanya clobazam.
barangkali cukup sekian, karena obatnya sudah habis efeknya juga barangnya maka saya tidak bisa menulis lagi…

Advertisement

There are no comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.